Welcome

Friday, 30 September 2011

Kekhawatiran Nabi

Sebagai pengikut Rasulullah Saw, kita amat berbahagia kerana Rasulullah Saw telah menunjukkan begitu cinta kepada umatnya. Kerana beliau cinta, beliau tidak ingin kalau terjadi hal-hal buruk menimpa umat ini, kerananya beliau mengingatkan dengan mengemukakan hal-hal yang sangat dikhawatirkannya. Hadits yang akan kita bahas dalam tulisan singkat ini merupakan diantara hadits yang harus kita pahami sebagaimana huraian terdahulu.
Imam Ahmad ra meriwayatkan:
"Aku mendengar Rasulullah SAW memprihatinkan umatnya dalam enam perkara: (1) diangkatnya anak-anak sebagai pemimpin (2) terlalu banyak petugas keamanan (3) main suap dalam urusan hukum (4) pemutusan silaturrahim dan meremehkan pembunuhan (5) generasi baru yang menjadikan Al-Qur'an sebagai nyanyian (6) mengutamakan orang yang bukan fakih dan berjasa tapi yang berseni sastra tinggi." (HR. Ahmad, hal 165).
Dari hadits di atas, terdapat enam hal yang membuat Rasulullah Saw begitu khawatir bila hal itu terjadi pada umatnya.

  1. Anak-Anak Sebagai Pemimpin.
Rasulullah Saw amat khawatir bila umatnya menjadikan anak-anak sebagai pemimpin, ini boleh kita fahami dalam erti anak-anak yang menggunakan sistem kerajaan sehingga ketika ibu bapnya yang menjadi pemimpin mati, secara automatik  anak menjadi raja meskipun belum dewasa. Namun hal ini juga boleh bereti  anak-anak dijadikan sebagai pemimpin atau pemimpin tersebut yang berjiwa kekanak-kanakan.Manakala orang yang berjiwa kekanak-kanakan itu dijadikan pemimpin, maka benda  itu menjadi ganjil.Anak-anak memang kehidupan dia suka berseronok - seronok, namun kalau itu terjadi pada masyarakat, maka hancurlah kehidupan masyarakat itu, dan inilah yang kita alami sekarang, sebab para pemimpin di negeri ini bersikap dan bertingkah laku seperti budak - budak atau anak-anak.
  1. Banyak Petugas Keamanan Atau Polis
Petugas keamanan memang amat diperlukan dalam masyarakat. Pada negara yang aman, jumlah petugas keamanan tidak terlalu banyak atau jumlah mereka banyak tapi tak buat kerja yang banyak. Namun pada negara yang tak terjamin keamanannya, ,  petugas yang ada  tugas-tugas yang begitu banyak dan kes2 yang lambat nk selesai. Akibatnya, dalam kehidupan sekarang di negeri kita, tindak jenayah sangat banyak terjadi.Akibatnya masyarakat tidak mendapat jaminan keamanan 

  1. Rasuah Dalam Perkara Hukum.
Hukum yang benar merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan dan mengakkannya. Namun kenyataan menunjukkan bahwa hukum belum menjadi perkara yang utama, tapi wang yang menjadi perkara utama sehingga terjadi rasuah dalam proses penegakkan hukum yang membuat hukum menjadi tidak betul. Di negara kita, hakim, , polis penjaga penjara hingga presiden atau perdana menteri  merupakan penegak hukum, tapi  para penegaknya menerima rasuah.
 Disamping itu, contoh yg paling senang ialah Hakim tidak memutuskan perkara hukuman yang tegas dan berat kepada orang yang bersalah  antara hukuman yang diterima dengan  kesalahan yang  besar telah dilakukannya
  1. Memutuskan Silaturrahim dan Meremehkan Pembunuhan.
Silaturrahim, baik dalam hubungan keluarga dan keimanan yang kemudian disebut dengan ukhuwah Islamiyah merupakan sesuatu yang harus dijalin. Hubungan kekerabatan semestinya terus terjalin sehingga hubungan kekeluargaan antara generasi berikutnya tidak terputus, namun  hubungan silaturrahim menjadi terputus, contohya kerana memperebutkan harta warisan dan harta pusaka . Bahkan yang lebih menyayat hati lagi adalah pertumpahan darah atau pembunuhan antara anggota keluarga.

Disamping itu, hubungan antara sesama umat Islam juga harus dijalin dalam jalinan ukhuwah Islamiyah, namun sekali lagi kita juga amat prihatin karena sekarang silaturrahim antara kelompok umat Islam semakin renggang, khususnya kerana  politik bangsa. Bahkan saling bunuh antara satu kelompok dengan kelompok yang lain sudah terjadi. :'(
  1. Al-Qur'an Sebagai Nyanyian.
Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi umat manusia untuk mencapai ketaqwaan kepada Allah Swt. Kerana itu, kaum muslimin diperintah untuk membaca, mengkaji, memahami, menghayati hingga mengamalkannya dalam kehidupan kita seharian. Kerana salah satu adab2 Al-Qur'an adalah membaca dengan sebaik-baiknya, berkembanglah seni membaca Al-Qur'an dengan irama-irama tertentu. Namun kita tidak boleh mempersenda dan membaca Al-Qur'an mengikut lirik lagu dan menukarkan ayat Al - Qu'ran.

  1. Mengutamakan Sastrawan/Budayawan.
Tugas2 yang sangat penting, contohnya  tugas kepemimpinan harus dilaksanakan oleh orang2 berilmu agama dengan kepribadian seorang pemimpin yang baik. Namun dalam banyak hal, masyarakat kita kadangkala tidak mengangkat seseorang sebagai pemimpin kerana ilmu dan kepribadiannya, tapi lebih memilih pemimpin dalam sastera atau kebudayaan dengan kepetahan permbicaraan yang baik.
Akibat mengutamakan seseorang menjadi pemimpin kerana kepetahan bercakap, maka pemimpin itu  hanya banyak bercakap kosong tanpa berdasarkan hadis atau Al -Qur'an.
Dari uraian hadits ini, nampak sekali perkara2 dikhawatirkan oleh Nabi terjadi , bila hal itu betul-betul terjadi pada umatnya akan menimbulkan begitu masalah yang sangat sulit untuk mengatasinya.


No comments:

Post a Comment